Rabu, 20 Februari 2013

nama latin ikan


Nama umum
Nama latin ikan
Mas Koki (Carassius Auratus
Carasius auratus
Ikan mas
Cyprinus carpio
Ikan mujair
Tilapia mozambica
Ikan nila
Oreocromis niloticus
Ikan patin
Pangasius-pangasius
Ikan tambakan
Holostoma teminkii
Ikan gurami
Ospronemous gourami
Ikan bandeng
Chanos-chanos
Ikan lele local
Clarias batracus
Ikan lele dumbo
Clarias gariepinus
Ikan gabus
Chana strata
ikan sidat
Anguila marmorata
Ikan tawes
Puntius javanicus
Udang galah
Macrobracium rosembergii
Udang windu
Penaeus mongodon
Ikan bawal
Pampus argentus
Ikan oscar

Ikan kerapu macan
Epinephelus fuscoguttatus
Ikan koan
Ctenoparingodon idella
ikan Patin
Pangasius pangasius
Ikan Lele Lokal (Clarias Batrachus)
Clarias batrachus
Ikan lele dumbo
Clarias gariepinus

tugas aver season 2


NAMA           : WARDA PUJI LESTARI
NIM                : 1150800407111017
KELAS          : T03
PRODI           :  AGROBISNIS PERIKANAN
PROTOZOA.
Ciri protozoa
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu dari filum dari kingdom protista. Ciri kingdom protozoa yitu terdapat 64.000 spesies,  seperti hewan,  bersifat uniseluler, sebagina hidup berkolon, motil ( selalu bergerak ), tidak memiliki dinding sel, reproduksi secra seksual dan aseksual  dan memperoleh makanan secara heterotrof dan autrotrof.
Protozoa adalah organisme sel tunggal dalam kerajaan Protista yang tumbuh dengan baik di daerah yang lembab. Protozoa dalam penyelidikan telah dikumpulkan dari tahun 1982 hingga 1999. Total 166 genera dan 259 spesies protozoa dalam air tawar.( Charubhun, 2000)
Ciri- ciri umum :
1.      Organisme uniseluler (bersel tunggal)
2. Eukariotik (memiliki membran nukleus)
3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri  (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasit
6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella

Faktor penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup serta jumlah spesies protozoa adalah makanan. Makanan protozo bakteri sementara beberapa mampu fotosintesis dan lainnya dapat menyerap terlarut organik zat yang disebabkan oleh bakteri dekomposisi. Selain dari makanan, hampir semua protozoa membutuhkan oksigen untuk hidup mereka. Oleh karena itu, oksigen terlarut merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan protozoa. Yang berlimpah area untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan protozoa adalah sumber air tawar tersedia dengan jumlah sedang dan bakteri terlarut organik zat serta tepat oksigen. Sementara di dalam air dengan faktor-faktor yang ditetapkan, hanya jenis tertentu protozoa akan ditemukan, untuk Misalnya, keberadaan Metopus, Brachonella, Caenomorpha dan Saprodinium menunjukkan hidrogen sulfida kondisi air. Oleh karena itu, beberapa spesies protozoa digunakan sebagai awal indikator mengidentifikasi karakter dan kualitas air sumber daya
Reproduksi
1.      Secara seksual yaitu bertemunya  sel gamet jantan dan gamet betina,
2.      aseksual  yaitu dengan cara pembelahan sel , schizogoni, sporogoni
·         Binary fission ( pembelahan sel )
a.       Mitosis yaitu pembelahan pada nukleusnya
b.      Cytokinesis yaitu pembelahan dari cytoplasmanya
·         Schizogony
·         Sporogongy
Pembelahan yang terjadi setelah bersatunya sell gamet jantan dan betina
3.      encystment  dan excystment.
Membentuk kista atau dormant untuk bertahan terhadap lingkungan ynag tidak mendukung untk berkembang, metabolism terutup hingga sampai 49 tahun.

Klasifikasi Protozoa
Berdasarkan alat geraknya dibangi menjadi 4 yaitu :
·         Pseudopodia  : kaki semu misalnya sarcodina yaitu sarcodines / amoeba
·         Cilia : miaslanya filum ciliophora yaitu ciliates
·         Flagela : misalnya filum zoomastigina yaitu zooflagelates/ flagelates
·         Tidak memiliki alat gerak : misalnya filum sporozoa yaitu sporozoan

1.      Sarcodina
Misalnya amoeba, bersifat heterotropik ; beberapa bersifat parasit, dapat ditemukan di mana-mana, memiliki pseudopodia digunakan untuk pembelahan sitoplasma. Pseudopodia adalah sarana utama penggerak dari amuba, tetapi juga dibentuk oleh sel-sel protozoa dan amoeboid lainnya dari invertebrate. Dalam gerakan organism amoeba  memperpanjang pseudopodium ke arah yang ingin  melakukan perjalanan dan kemudian citoplasma  mengalir ke dalamnya.
Gerakan amoeboid melibatkan endoplasm dan ektoplasma. Endoplasm lebih cair daripada ektoplasma yang seperti gel. Ketika bentuk pseudopodium ( perpanjangan ektoplasma (topi hialin)) muncul dan arus endoplasm ke dalamnya dan air mancur ke pinggiran di mana ia menjadi ektoplasma. Dengan demikian, tabung bentuk ektoplasma yang endoplasm mengalir melalui. Jangkar pseudopodium ke substrat dan organism.
Kebiasaan makan amoeba
Cara makan melibatkan menggunakan pseudpodia mengelilingi dan menelan partikel dalam proses fagositosis. Partikel dikelilingi dan bentuk vakuola makanan ke dalam mana enzim pencernaan yang dituangkan dan sisa-sisa dicerna diserap melintasi membran sel.  Cara amoeba mendapatkn makanan  yaitu Makan kemudian menelan (Endositosis) dan (exocytosis). Sarcodina bercangkang pseudopodia memanjang mealaui lubang di cangkang, setelah mati, kerang akan tenggelam kedasar laut kemudian membentuk gundukan atau gunung di dasar laut.
2.      Ciliophora
Contohnya paramecium, makan secara heterotrofik beberapa bbersifat parasit, sebagian besar hidup di air tawar, cilia berfungsi seperi gayung untuk bergerak, cilia menyapu makanan ke alur lisan,  menuju vokuola dan kelua melaluii pori anal. Vortiicela  Diguankan untuk menemel pada substrat, untuk memenjang, cilia digunakan untuk menyapu makana ke mulut . Bentuk ciliophora yaitu sebgai berikut :
·         Vorticella
·         Stensor
·         Didinium
·         Spirostoman

3.      Zoomastigina
Misalnya dinoflagellata, habitat ait tawar dan air laut, cara memperoleh makanna secra heterotrof dan autrotof, dan beberapa bersifat parasit, bentuk flagella panjang struktur mirip rambut yang digunakan untuk bergerak. Ada karena perkalian besar,Settle lepas pantai dalam air dan bereproduksi kemudian Air membawa mereka ke perairan pantai karena mereka menghasilkan racun kemudian tiram, kerang, remis. dll menyimpan racun dalam organ merek dan orang akan ketika mereka makan seafood.
4.      Sporozoan
Contoh: Plasmodium & Toxoplasma ,tidak memiliki alat gerak , Kebanyakan pembentuk spora parasit ditularkan melalui cairan misalnya ada penyakit malaria.
Reproduksi
Semua bereproduksi secara aseksual .Pembelahan - terbagi menjadi 2 individu yang identik dan Beberpa pembelahan menghasilkan individu yang identik banyak
Beberaoa bereproduksi secara seksual dengan cara konjugasi : Kawin berlawanan strain pasangan dan materi pertukaran genetik (DNA).
PHYLUM PORIFERA

Kata Porifera berasal dari bahasa Latin, porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre yang berarti mempunyai. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur tubuhnya  Merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana. Sebagian besar hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5 meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spon.
Spons didefinisikan oleh siklus hidup biphasic mereka, filter feeder , dewasa sessile bnetuk sel pinacocytes, aquiferous sistem, choanocytes dan sel-sel motil totipoten (misalnya, Vacelet 1990, Ax 1995; Hooper & van Soest 2002). Pengecualian untuk bauplan spons klasik ada: beberapa taksa kekurangan kerangka mineral ("Keratose" spons dan Chondrosia, Oscarella dan Halisarcida), ada spons karnivora (Cladorhizidae). dan ada baik spons terbaru dan fosil yang kurang choanocytes, ruang choanocyte dan aquiferous system (Thymosiopsis, Vacelet & Boury-Esnault 1995). Pengecualian ini tentu berkontribusi disebutkan di atas adalah masalah bagi sistematika morfologi spons karena adanya sifaf primitif sulit untuk membedakan dari kerugian sekunder (Erpenbeck, 2007).s
Carakteristik pylum porifera
1.      Bentuk Asymmetrical atau radial simetris
2.      Memiliki 3  jenis sel: pinacocytes, sel-sel mesenkim, dan choanocytes
3.      Central rongga, atau serangkaian bercabang ruang, di mana air beredar selama penyaringan makanan
4.      Bukan jaringan atau organ

Clasifikasi phylum porifera
Phylum porifera
Hewan dari filum ini hidup secara sessile, berbentuk asimetris atau radial simetris, tubuh diorganisir sekitar sisrem kanal air dan ruang, sel tidak diatur dalam jaringan atau organ, terdapat sekitar 9.000 spesies.
a.       Class Calcarea

Spikula terdiri dari kalsium karbonat, spikula ada yang  berbentuk jarum atau memiliki tiga atau empat sinar, ASCON, leucon, atau sycon, hidup di lautan semua. Spon berkapur. Grantia (Scypha), Leucosolenia.
b.      kelas Demospongiae
Spons  berwarna- warni dengan spikula mengandung silika berbentuk jarum atau empat diperiksa dengan sinar atau spongin atau keduanya; bentuk tubuh leucon , berdiameter sampai 1 m. Termasuk salah satu keluarga spons air tawar, Spongillidae, dan spons mandi : Cliona, Spongilla.
c.       kelas Hexactinellida
Spikula terdiri dari silika dan biasanya enam diperiksa dengan sinar, spikula sering menyatu ke dalam kisi yang rumit, tubuh berbentuk seperti  cangkir atau vas , sycon atau leucon,  ditemukan  pada kedalaman 450-900 m di Hindia Barat tropis dan timur Pasifik. Kaca spons. Euplectella (Venus bunga-keranjang).
Filum Porifera. Spons Banyak berwarna cerah dengan warna merah, oranye, hijau, atau kuning. (a) Verongia sp. (b) Axiomella sp.
Morphology secra umum
         Bentuk menyerupai vas bunga atau piala dan melekat di dasar perairan
         Tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel (diploblastik)
         Ruang dalam (internal cavity) disebut atrium atau spongocoel . Air mengalir masuk melalui rangkaian lubang incurrent pores atau dermal ostia yang berada pada dinding badan menuju ruang tengah dan mengalir keluar melalui lobang besar di atas yang disebut  osculum
Lapisan Tubuh (Body layers)
         Pinacoderm merupakan lapisan luar (epidermis) tersusun atas sel-sel berbentuk pipih, disebut pinakosit pinacocytes
         Pada epidermis terdapat porus/lubang kecil disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel).
         Lapisan dalam tersusun atas sel-sel berleher dan berflagel disebut koanosit (choanocytes/collar cell) yang berfungsi untuk mencernakan makanan yang terbawa melalui aliran air (pencernaan intra sel). Sel koanosit memiliki nukleus, vakuola dan flagel .
         Aliran air juga digunakan pergantian gas, membuang kotoran dan mengeluarkan gamet
         Diantara pinacodern dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental/gelatin yang disebut mesoglea atau mesenkim (mesohyl). Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit (amoeboid cells), sel skleroblas, sel arkheosit (Archaeocytes)
Skeleton
Terbuat dar spongin yang tersusun dari serabut-serabut spongin . Pada mesohyl skeleton tersusun atas struktur runcing yang terbuat dari kalsium karbonat atau silikat yang disebut Spikula (spicules) , Struktur ini bekerja sebagai internal scaffolding dan juga berfungsi dalam perlindungan (protection). Diantara beberapa sponges, skeleton terdiri dari serabut spongin (spongin fibers) yang lunak, berongga seperti spon, terbuat dari bahan kolagen; ditemukan pada beberapa commercial sponges
Macam- macam bentuk  spkula :
Cara makan :
Porifera hidup secara heterotrof. Makananya berupa bakteri dan plankton. Makannan yyang masuk kedalam tubuh porifera , yaitu dalam bentuk cairan sehingga porifera disebu juga sebagai pemkana cairan.


Tipe Tubuh Porifera
Berdasarkan sistem saluran air (canal system) yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga tipe tubuh, yaitu
1.      tipe Ascon, Asconoid Sponges
2.      tipe Sycon, Synconoid Sponges
3.      tipe Rhagon, Leuconoid Sponges

1.      Ascon (Asconoid Sponges)
Mempunyai sistem saluran air sederhana , Structure mempunyai keterbatasan ukuran  (pertambahan volume tanpa berhubungan dengan pertambahan luas permukaan  choanocytes. Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum
2.      Sycon (Synconoid Sponges)
Mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori, ke saluran radial yang berdinding koanosit, spongocoel, keluar melalui oskulum, misalnya Scypha.
3.      Leucon (Leuconoid Sponges)
Memiliki Tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori ’‡saluran radial yang bercabang-cabang ’‡keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida. 
Reproduksi Sponge
Reproduksi sponge hamper semua hermaphroditic atau monoecious. Sperma  meninggalkan sponge via osculum, dan masuk sponge melalui aliran air dari choanocytes. Kemudian Telur yang telah dibuahi berkembang menjadi larva bersilia yang berenang bebas (ciliated free- swimming larvae) yang disebut  parenchymula larvae. Sponge dapat bereproduksi secara aseksual dengan  tahapan seperti pada gambar berikut :
beberapa sponge air tawar dapat memproduksi tubuh aseksual yang disebut gemmules yaitu aggregasi sel yang menutup pada permukaan luar yang keras yang mengandung spikula.
Klasifikasi Kerangka Porifera
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas:
  Class Calcarea (Calcispongidae)
Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia, Leucosolenia. Spikula lurus atau memiliki  3-4 rays, dan tidak memiliki kanal aksial berlubang, Saat ini, diversitasnya terbesar didaerah tropis khususnya di  air yang tenang
  Class Hexactinellida (Hyalospongiae)
Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium. 
  Class Demospongiae
Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin fiber dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.
Peranan Porifera
  Manfaat praktis : Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya spons untuk mandi dan pembersih kaca.
  Manfaaf Kesehatan  sebagai  Obat dari produk alami. 15.000 produk alami dijelaskan bahwa 30% berasal dari spons,dan pendaftaran paten 75 % sebagai anti tumor dariroduk sponsdan spons memiliki potensi yang tinggi.

PHYLUM ROTIFERA

Rotifera  merupakan kelompok hewan dari avertebrata air yang mempunyai spesifikasi dimana bagian tubuhnya dibedakan atas bagian trankus dan kauda, dibagian kauda sering dianggap kaki dengan adanya kelenjar pelekat, dibagian ujung depan terdapat diskus trokalis (tdpt silika :  berfungsi untuk bergerak dan menangkap makanan). Alat reproduksi Rotifera adalah diesius , jantan lebih kecil dibanging jenis betina,  terjadi secara kawin dan partenogenesis, hidup bebas dan soliter didalam air tawar, contoh : hidationa, collotheca


Morfologi dan Anatomi Rotifera
Tubuh rotifera dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : bagian kepala (head), badan (trunk) dan kaki (foot). Ada  kepala terdapat corona dan mastax  (ciri khas filum Rotifera) . Corona adalah permukaan yang bercilia yang terdapat disekitar mulut,  dan cilia ini melebar di seputar tepi anterior hingga seperti bentuk mahkota. Gerakan cilia tidak sinkron,  tetapi secara metakronal yaitu bergerak seperti berputar. Kemudian Mastax terletak antara mulut dan pharynx. Mastax merupaka modifikasi muscular dari pharynx, bulat atau lonjong dan bagian dalamnya terdapat sejumlah trophy yang saling berhubungan, semacam rahang berkhitin. Mastax berfungsi untuk menangkap dan menggilling makanan, bentuknya beranekaragam sesuai dengan tipe kebiasaan makan rotifer.
Badan Rotifera bulat atau silindris,  ada 3 buah tonjolan kecil yaitu sebuah atau sepasang antenna dorsal dan sebuah antenna lateral. Pada ujung antenna biasanya terdapat bulu-bulu sebagai alat indera. Kaki berbentukk langsing terletak di ujung posterior. Kultikula pada kaki dapat memendek dan dimasukkan ke dalam badan. Pada ujung kaki biasanya terdapat satu sampai empat buah jari; di dalam kaki terdapat kelenjar kaki (pedal gland) yang menghasilkan bahan perekat untuk menempel pada substrat dan tubuh rotifer terselimuti oleh epidermis, menghasilkan kultikula, ada yang tipis/ tebal, tergantung jenisnya, bahkan mengeras seperti cangkang  (lorica).
Menurut Pande et al (2011) Spesimen  tubuh memanjang di bagi  meniadi beberaa bagian anterior kepala yang  bersilia, yang disebut korona, tubuh, dan bagian posterior ekor atau kaki.  Tubuh transparan sehingga organ internal dapat terlihat jelas fungsinya. Ini sebenarnya sebuah metazoan kecil dengan bentuk simetri bilateral dan organisasi internal yang kompleks,  dikenal sebagai "roda  hewan "atau" roda organisme pembawa "yang membuat referensi ke mahkota silia sekitar mulut dinujung anterior dan tidak di tempat lain pada permukaan tubuh, maka hewan ini yang disebut roitfer. Gerakan cilia yang cepat membuatnya tampak berputar seperti roda. Organ roda yang menarik air menuju ke  hewan coock untuk bergeralk saat  memakan. Corona di ujung anterior kepala yang  tumpul  dibagi menjadi dua ditarik trochal cakram. Tempat mata dilacak. Mulut memimpin melalui faring singkat (tenggorokan) yang merupakan organ berotot dan berisi sepasang rahang internal (piala).  organ berotot ini ditemukan hanya dalam rotifera dan dikenal sebagai mastax yang jelas terlihat dalam spesimen. Ada punggung mid proyeksi di kepala yang disebut mimbar yang membawa dua kartilago rostral yang jelas terlihat dala spesimen. Silia dari korona yang menarik pusaran air ke dalam mulut yang rotifer menyaring untuk makanan. hewan  itu dilengkapi dengan lampu nyala yang khas, protonephridia untuk ekskresi. Sebagian besar tubuh termasuk trunk dan kaki sempit ditutupi oleh kutikula semiflexible tipis, diperpanjang multiselular transparan. batang Kutikula  membentuk cangkang yang kaku disebut lorica. Bagian Ujung anterior tubuh adalah withdraw pada lorica.
Gambar. Bentuk trophi mastax. A) Aspplanchna sieboldi, B) Asplanchta priodonta; C) Floscularia ringen (Pechnik, 2005).


Sistem Pencernaan :
Hampir semua spesies rotifer:  system pencernaan seperti tabung dengan mulut anterior dan anus posterior. Mulut rotifer : dibagian ventral dan biasanya dikelilingi oleh sebagian corona. Daerah sekitar mulut (buccal field) pada beberapa jenis Colothecacea mengalami modifikasi, melebar sedemikian rupa hingga menyerupai corong dan mulut terletak di dasar corong. Jenis filter feeder memakan partikel organic yang lembut dengan bantuan aliran air yang dihasilkan cilia pada corona. Rotifera merupakan karnivora dengan memakan protozoa, rotifer yang kecil dan metazoa yang lain. Mangsa ditangkap dengan cara dicengkram atau di jebak.  dengan menggunakan trophi  berbentuk  penjepit .
Sistem Ekskresi
Ekskresi  pada rotifer secara difusi diseluruh permukaan tubuh. Rotifer memiliki sepasang protonephridium dengan flame bulb mencapai 50 buah. Kedua protonephridia tersebut bersatu pada kantung kemih (bladder), yang bermuara pada bagian ventral kloaka. Blader dapat berkontraksi sampai 6 kali permenit untuk mengosongkan isi bladder melalui cloaca yang juga menerima produk pencernaan dan system reproduksi. Pembuangan cepat membuktikan bahwa fungsi protonephpidia adalah sebagai osmoregulator, yaitu membuang kelebihan air didalam tubuh, proses  osmosis, rotifer dapat mengatur turgor tubuhnya.
System syaraf
Susunan syaraf Rotifera terpusat pada otak ( bagian atas massa ganglion dorsal, dan terletak di atas mastax). Saraf memanjang ke seluruh tubuh menghubungkan otak dengan otot, sistem organ lain dan keberbagai alat indera, antara lain ke mata dan ke antena.  Bulu sensor dan 3 antena bekerja sebagai chemoreceptor dan mechanoreceptor
Sistem Reproduksi
Rotifer bereproduksi  yaitu seksual /parthenogenesis. Individu jantan lebih kecil daripada betina, dan struktur tertentu seperti cloaca biasanya mengalami degenerasi, hanya memiliki alat reproduksi saja.
1.      Sistem Reproduksi Betina
System reproduksi rotifer betina sebagian besar terdiri dari ovary tunggal dan melekat sinsitial vitellarium bahkan sering berfusi menjadi satu membentuk germovitellarium . Vitellarium mensuplai yolk ke telur dengan aliran langsung melalui sitoplasma bridge. Telur kemudian melewati oviduk menuju anus, Tiap nucleus pada ovary menjadi sebuah telur. Kebanyakan spesies mempunyai ovary dengan sepuluh sampai dua puluh nuclei, maka telur yang dihasilkan selama hidupnya tidak lebih dari jumlah tersebut.
2.      System reproduksi jantan
Pada rotifera jantan, testis menghasilkan sperma yang berjalan melalui vas diferen bercilia menuju gonophores. Pejantan memiliki penis yang menginjeksi sperma seperti jarum hipodermik kedalam pseudocoelom dari betina sehingga disebut dengan “hypodermic impregnation”. Pejantan siap melakukan perkawinan setalah satu jam menetas; kemudian akan mati. Bila tidak menemukan rotifer betina maka rotifer jantan akan mati pada umur 2-7 hari, tergantung pada jenisnya.
Klasifikasi rotifera
Filum rotifera terbagi menjadi 3 yaitu :
1.      Kelas Seisonacea
Cirri dari kelasi ini yaitu :
1.       Bentuk tubuh bulat memanjang, kaki dengan tiga jari,
2.      bergerak seperti lintah;
3.      corona lebih kecil;
4.      ovary sepasang;
5.      jantan berkembang baik;
6.      reproduksi secara seksual;
7.      hanya ada satu genus Seison, dengan dua spesies laut,
8.      hidup komensal pada Nebalia, filum Crustacea.


2.      Kelas Bdelloidea
Kelas bdelloidea memiliki cirri-cirisebagai berikut ;
1.      Bentuk tubuh silindris;
  1. corona seperti dua roda yang berputar;
  2. ovary sepasang;
  3. kaki dengan dua sampai empat jari atau tidak ada;
  4. reproduksi parthenogenesis;
  5. berenang atau merayap;
  6. contoh Philodina, Embata dan Rotaria. Terdapat sekitar 350 spesies, yang semuanya berjenis betina.
3.      Kelas Monogononta.
Cirri dari kelas monogonata yaitu sebagai berikut ;
  Hampir semua rotifer mengacu pada kelas monogononta.
  Spesies ini berenang bebeas atau sesil dengan melekat pada tanaman makro ataupun alga.
  Reproduksi parthenogenesis.
Kelas monogonata di bagi menjadi 3 ordo yaitu sebagai berikut :
Ordo 1. Ploima.
  Tubuh bulat sampai lonjong; atau agak pipih; lorica ada atau tidak ada; berenang bebas atau merayap; Keratella, Synchaeta, dan Brachionus di laut dan di air tawar, Chromogaster di laut hanya memakan dinoflagellata
Ordo 2. Flosculariacea.
  Corona terdiri atas dua rangkaian cilia yang konsentrik dan di tengahnya terdapat sebuah galur bercilia; biasanya terdapat 1-2 antena; soliter atau koloni; berenang bebas atau sessile; Testudinella berenang bebas, Floscularia sessile, Conochilus koloni dan berenang bebas.
Ordo 3. Collothecacea
·         sekali; mastax uncinate atau kurang berkembang; acapkali sessile; misalnya Colotheca.
Menurut  Seger ( 2007) Rotifera phylum terdiri dari sekitar 2030 spesies yang dikenal diklasifikasikan dalam tiga kelompok utama yaitu Seisonida kelautan (3 spesies),Monogononta (1570 spesies) dan, unik eksklusif partenogenesis Bdelloidea dengan 461 spesies klonal.