|
Nama umum
|
Nama latin ikan
|
|
Mas Koki (Carassius Auratus
|
Carasius auratus
|
|
Ikan mas
|
Cyprinus carpio
|
|
Ikan mujair
|
Tilapia mozambica
|
|
Ikan nila
|
Oreocromis niloticus
|
|
Ikan patin
|
Pangasius-pangasius
|
|
Ikan tambakan
|
Holostoma teminkii
|
|
Ikan gurami
|
Ospronemous gourami
|
|
Ikan bandeng
|
Chanos-chanos
|
|
Ikan lele local
|
Clarias batracus
|
|
Ikan lele dumbo
|
Clarias gariepinus
|
|
Ikan gabus
|
Chana strata
|
|
ikan sidat
|
Anguila marmorata
|
|
Ikan tawes
|
Puntius javanicus
|
|
Udang galah
|
Macrobracium rosembergii
|
|
Udang windu
|
Penaeus mongodon
|
|
Ikan bawal
|
Pampus argentus
|
|
Ikan oscar
|
|
|
Ikan kerapu macan
|
Epinephelus fuscoguttatus
|
|
Ikan koan
|
Ctenoparingodon idella
|
|
ikan Patin
|
Pangasius pangasius
|
|
Ikan Lele Lokal (Clarias Batrachus)
|
Clarias batrachus
|
|
Ikan lele dumbo
|
Clarias gariepinus
|
KUMPULAN TUGAS SEMETER 3
Rabu, 20 Februari 2013
nama latin ikan
tugas aver season 2
NAMA
: WARDA PUJI LESTARI
NIM : 1150800407111017
KELAS :
T03
PRODI : AGROBISNIS PERIKANAN
PROTOZOA.
Ciri protozoa
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai
hewan yang merupakan salah satu dari filum dari kingdom protista. Ciri kingdom
protozoa yitu terdapat 64.000 spesies,
seperti hewan, bersifat
uniseluler, sebagina hidup berkolon, motil ( selalu bergerak ), tidak memiliki
dinding sel, reproduksi secra seksual dan aseksual dan memperoleh makanan secara heterotrof dan
autrotrof.
Protozoa adalah organisme sel tunggal dalam kerajaan
Protista yang tumbuh dengan baik di daerah yang lembab. Protozoa dalam penyelidikan telah dikumpulkan
dari tahun 1982 hingga 1999. Total 166 genera dan 259 spesies protozoa dalam air
tawar.( Charubhun, 2000)
Ciri- ciri umum :
1.
Organisme
uniseluler (bersel tunggal)
2. Eukariotik (memiliki membran nukleus)
3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasit
6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella
2. Eukariotik (memiliki membran nukleus)
3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasit
6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella
Faktor penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup serta jumlah
spesies protozoa adalah
makanan. Makanan protozo bakteri sementara beberapa
mampu fotosintesis dan lainnya
dapat menyerap terlarut organik zat
yang disebabkan oleh bakteri
dekomposisi. Selain dari
makanan, hampir semua protozoa
membutuhkan oksigen untuk hidup mereka.
Oleh karena itu, oksigen terlarut merupakan faktor penting yang
mempengaruhi pertumbuhan
protozoa. Yang berlimpah
area untuk kelangsungan hidup
dan pertumbuhan protozoa adalah
sumber air tawar
tersedia dengan jumlah sedang dan
bakteri terlarut organik zat
serta tepat
oksigen. Sementara di
dalam air dengan faktor-faktor yang
ditetapkan, hanya jenis tertentu protozoa akan ditemukan, untuk
Misalnya, keberadaan Metopus,
Brachonella, Caenomorpha dan Saprodinium
menunjukkan hidrogen sulfida kondisi air. Oleh
karena itu, beberapa spesies protozoa digunakan
sebagai awal
indikator mengidentifikasi karakter
dan kualitas air
sumber daya
Reproduksi
1. Secara seksual yaitu bertemunya sel gamet jantan dan gamet betina,
2. aseksual yaitu dengan cara pembelahan sel ,
schizogoni, sporogoni
·
Binary
fission ( pembelahan sel )
a.
Mitosis
yaitu pembelahan pada nukleusnya
b.
Cytokinesis
yaitu pembelahan dari cytoplasmanya
·
Schizogony
·
Sporogongy
Pembelahan yang terjadi setelah
bersatunya sell gamet jantan dan betina
3. encystment dan excystment.
Membentuk
kista atau dormant untuk bertahan terhadap lingkungan ynag tidak mendukung untk
berkembang, metabolism terutup hingga sampai 49 tahun.
Klasifikasi Protozoa
Berdasarkan alat geraknya dibangi menjadi 4 yaitu :
·
Pseudopodia : kaki semu misalnya sarcodina yaitu
sarcodines / amoeba
·
Cilia
: miaslanya filum ciliophora yaitu ciliates
·
Flagela
: misalnya filum zoomastigina yaitu zooflagelates/ flagelates
·
Tidak
memiliki alat gerak : misalnya filum sporozoa yaitu sporozoan
1. Sarcodina
Misalnya amoeba, bersifat heterotropik ;
beberapa bersifat parasit, dapat ditemukan di mana-mana, memiliki pseudopodia
digunakan untuk pembelahan sitoplasma. Pseudopodia adalah sarana utama
penggerak dari amuba, tetapi juga dibentuk oleh sel-sel protozoa dan amoeboid
lainnya dari invertebrate. Dalam gerakan organism amoeba memperpanjang pseudopodium ke arah yang
ingin melakukan perjalanan dan kemudian
citoplasma mengalir ke dalamnya.
Gerakan amoeboid melibatkan endoplasm dan
ektoplasma. Endoplasm lebih cair daripada ektoplasma yang seperti gel. Ketika
bentuk pseudopodium ( perpanjangan ektoplasma (topi hialin)) muncul dan arus
endoplasm ke dalamnya dan air mancur ke pinggiran di mana ia menjadi
ektoplasma. Dengan demikian, tabung bentuk ektoplasma yang endoplasm mengalir
melalui. Jangkar pseudopodium ke substrat dan organism.
Kebiasaan makan amoeba
Cara makan melibatkan menggunakan pseudpodia
mengelilingi dan menelan partikel dalam proses fagositosis. Partikel
dikelilingi dan bentuk vakuola makanan ke dalam mana enzim pencernaan yang
dituangkan dan sisa-sisa dicerna diserap melintasi membran sel. Cara amoeba mendapatkn makanan yaitu Makan kemudian menelan (Endositosis)
dan (exocytosis). Sarcodina bercangkang pseudopodia memanjang mealaui lubang di
cangkang, setelah mati, kerang akan tenggelam kedasar laut kemudian membentuk
gundukan atau gunung di dasar laut.
2. Ciliophora
Contohnya
paramecium, makan secara heterotrofik beberapa bbersifat parasit, sebagian
besar hidup di air tawar, cilia berfungsi seperi gayung untuk bergerak, cilia
menyapu makanan ke alur lisan, menuju
vokuola dan kelua melaluii pori anal. Vortiicela Diguankan untuk menemel pada substrat, untuk
memenjang, cilia digunakan untuk menyapu makana ke mulut . Bentuk ciliophora
yaitu sebgai berikut :
·
Vorticella
·
Stensor
·
Didinium
·
Spirostoman
3. Zoomastigina
Misalnya dinoflagellata, habitat ait tawar
dan air laut, cara memperoleh makanna secra heterotrof dan autrotof, dan
beberapa bersifat parasit, bentuk flagella panjang struktur mirip rambut yang
digunakan untuk bergerak. Ada karena perkalian besar,Settle lepas
pantai dalam air dan bereproduksi kemudian Air membawa mereka ke perairan
pantai karena mereka menghasilkan racun kemudian tiram, kerang, remis. dll
menyimpan racun dalam organ merek dan orang akan ketika mereka makan seafood.
4. Sporozoan
Contoh:
Plasmodium & Toxoplasma ,tidak memiliki alat gerak , Kebanyakan pembentuk spora parasit ditularkan
melalui cairan misalnya ada penyakit malaria.
Reproduksi
Semua bereproduksi secara aseksual .Pembelahan - terbagi
menjadi 2 individu yang identik dan Beberpa pembelahan menghasilkan individu
yang identik banyak
Beberaoa bereproduksi secara seksual dengan
cara konjugasi : Kawin berlawanan strain pasangan dan materi pertukaran genetik
(DNA).
PHYLUM
PORIFERA
Kata Porifera berasal dari bahasa Latin,
porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre yang berarti mempunyai.
Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur tubuhnya Merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang
paling sederhana. Sebagian besar hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5
meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spon.
Spons didefinisikan oleh siklus hidup biphasic mereka,
filter feeder , dewasa sessile
bnetuk sel pinacocytes, aquiferous sistem,
choanocytes dan sel-sel motil totipoten (misalnya,
Vacelet 1990, Ax
1995; Hooper & van Soest 2002). Pengecualian
untuk bauplan spons
klasik ada: beberapa taksa kekurangan kerangka mineral
("Keratose" spons dan Chondrosia, Oscarella
dan Halisarcida), ada spons karnivora (Cladorhizidae).
dan ada baik spons
terbaru dan fosil yang kurang choanocytes, ruang
choanocyte dan
aquiferous system (Thymosiopsis,
Vacelet & Boury-Esnault 1995). Pengecualian
ini tentu berkontribusi
disebutkan di atas adalah masalah bagi sistematika morfologi spons karena adanya
sifaf
primitif sulit untuk
membedakan dari kerugian sekunder
(Erpenbeck, 2007).s
Carakteristik pylum porifera
1. Bentuk Asymmetrical atau radial simetris
2. Memiliki 3 jenis sel: pinacocytes, sel-sel mesenkim, dan choanocytes
3.
Central rongga, atau serangkaian bercabang ruang, di mana air beredar selama penyaringan makanan
4.
Bukan jaringan atau
organ
Clasifikasi phylum porifera
Phylum porifera
Hewan dari filum ini hidup secara sessile, berbentuk asimetris atau
radial simetris, tubuh diorganisir sekitar sisrem kanal air dan ruang, sel
tidak diatur dalam jaringan atau organ, terdapat sekitar 9.000 spesies.
a.
Class Calcarea
Spikula terdiri dari kalsium karbonat, spikula ada yang berbentuk jarum atau memiliki tiga atau empat sinar, ASCON, leucon, atau sycon, hidup di lautan semua. Spon berkapur. Grantia (Scypha), Leucosolenia.
b. kelas Demospongiae
Spons berwarna- warni dengan spikula mengandung silika berbentuk jarum atau empat diperiksa dengan sinar atau spongin atau keduanya; bentuk tubuh leucon , berdiameter sampai 1 m. Termasuk salah satu keluarga spons air tawar, Spongillidae, dan spons mandi : Cliona, Spongilla.
c. kelas Hexactinellida
Spikula terdiri dari silika dan biasanya enam diperiksa dengan sinar, spikula sering menyatu ke dalam kisi yang rumit, tubuh berbentuk seperti cangkir atau vas , sycon atau leucon, ditemukan pada kedalaman 450-900 m di Hindia Barat tropis dan timur Pasifik. Kaca spons. Euplectella (Venus bunga-keranjang).
Filum Porifera. Spons Banyak berwarna cerah dengan warna merah, oranye, hijau, atau kuning. (a) Verongia sp. (b) Axiomella sp.
Morphology secra umum
•
Bentuk
menyerupai vas bunga atau piala dan melekat di dasar perairan
•
Tubuhnya
terdiri dari dua lapisan sel (diploblastik)
•
Ruang
dalam (internal cavity) disebut atrium
atau spongocoel . Air
mengalir masuk melalui rangkaian lubang incurrent
pores atau dermal ostia yang
berada pada dinding badan menuju ruang tengah dan mengalir keluar melalui
lobang besar di atas yang disebut osculum
Lapisan Tubuh (Body layers)
•
Pinacoderm merupakan lapisan luar (epidermis) tersusun atas sel-sel berbentuk
pipih, disebut pinakosit pinacocytes
•
Pada
epidermis terdapat porus/lubang kecil disebut ostia yang dihubungkan oleh
saluran ke rongga tubuh (spongocoel).
•
Lapisan
dalam tersusun atas sel-sel berleher dan berflagel disebut koanosit (choanocytes/collar cell) yang
berfungsi untuk mencernakan makanan yang terbawa melalui aliran air (pencernaan
intra sel). Sel koanosit memiliki nukleus, vakuola dan flagel .
•
Aliran
air juga digunakan pergantian gas, membuang kotoran dan mengeluarkan gamet
•
Diantara
pinacodern dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental/gelatin
yang disebut mesoglea atau mesenkim (mesohyl).
Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit (amoeboid cells), sel skleroblas, sel
arkheosit (Archaeocytes)
Skeleton
Terbuat dar spongin yang tersusun dari
serabut-serabut spongin . Pada mesohyl
skeleton tersusun atas struktur runcing yang terbuat dari kalsium karbonat atau
silikat yang disebut Spikula (spicules)
, Struktur ini bekerja sebagai internal scaffolding dan juga berfungsi dalam
perlindungan (protection). Diantara
beberapa sponges, skeleton terdiri dari serabut spongin (spongin fibers) yang lunak, berongga
seperti spon, terbuat dari bahan
kolagen; ditemukan pada beberapa commercial sponges
Macam- macam bentuk spkula :
Cara makan :
Porifera hidup
secara heterotrof. Makananya berupa bakteri dan plankton. Makannan yyang masuk
kedalam tubuh porifera , yaitu dalam bentuk cairan sehingga porifera disebu
juga sebagai pemkana cairan.
Tipe Tubuh Porifera
Berdasarkan sistem
saluran air (canal system) yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan
atas tiga tipe tubuh, yaitu
1. tipe Ascon, Asconoid Sponges
2. tipe Sycon, Synconoid Sponges
3. tipe Rhagon, Leuconoid Sponges
1.
Ascon (Asconoid Sponges)
Mempunyai sistem
saluran air sederhana , Structure mempunyai keterbatasan ukuran (pertambahan volume tanpa berhubungan dengan
pertambahan luas permukaan choanocytes. Air
masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar
melalui oskulum
2.
Sycon (Synconoid Sponges)
Mempunyai dua tipe
saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui
pori, ke saluran radial yang berdinding koanosit, spongocoel, keluar melalui
oskulum, misalnya Scypha.
3.
Leucon (Leuconoid Sponges)
Memiliki Tipe
saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea
yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh
suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori ’‡saluran
radial yang bercabang-cabang ’‡keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan
Spongida.
Reproduksi Sponge
Reproduksi sponge
hamper semua hermaphroditic atau monoecious. Sperma meninggalkan sponge via osculum, dan masuk
sponge melalui aliran air dari choanocytes. Kemudian Telur yang telah dibuahi
berkembang menjadi larva bersilia yang berenang bebas (ciliated free- swimming
larvae) yang disebut parenchymula larvae.
Sponge dapat bereproduksi secara aseksual dengan tahapan seperti pada gambar berikut :
beberapa sponge air tawar dapat memproduksi
tubuh aseksual yang disebut gemmules yaitu aggregasi sel yang menutup pada
permukaan luar yang keras yang mengandung spikula.
Klasifikasi Kerangka Porifera
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau
spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas:
Class Calcarea
(Calcispongidae)
Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula
seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia,
Leucosolenia. Spikula lurus atau memiliki
3-4 rays, dan tidak memiliki kanal aksial berlubang, Saat ini,
diversitasnya terbesar didaerah tropis khususnya di air yang tenang
Class
Hexactinellida (Hyalospongiae)
Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa
spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya
berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium.
Class Demospongiae
Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari
spongin saja, atau campuran spongin fiber dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp
dan Spongilla sp.
Peranan Porifera
Manfaat praktis : Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan
oleh manusia, misalnya spons untuk mandi dan pembersih kaca.
Manfaaf Kesehatan sebagai Obat dari produk alami. 15.000 produk alami dijelaskan bahwa 30% berasal dari spons,dan pendaftaran
paten 75 % sebagai anti tumor dariroduk sponsdan spons memiliki potensi yang
tinggi.
PHYLUM ROTIFERA
Rotifera merupakan kelompok hewan dari avertebrata air yang mempunyai spesifikasi dimana
bagian tubuhnya dibedakan atas bagian trankus dan kauda, dibagian kauda sering
dianggap kaki dengan adanya kelenjar pelekat, dibagian ujung depan terdapat
diskus trokalis (tdpt silika : berfungsi
untuk bergerak dan menangkap makanan). Alat reproduksi Rotifera adalah diesius , jantan lebih
kecil dibanging jenis betina, terjadi
secara kawin dan partenogenesis, hidup bebas dan soliter didalam air tawar,
contoh : hidationa, collotheca
Morfologi dan Anatomi Rotifera
Tubuh rotifera
dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : bagian kepala (head), badan (trunk) dan
kaki (foot). Ada kepala terdapat corona
dan mastax (ciri khas filum Rotifera) . Corona adalah permukaan
yang bercilia yang terdapat disekitar mulut, dan cilia ini melebar di seputar tepi anterior
hingga seperti bentuk mahkota. Gerakan cilia tidak sinkron, tetapi secara metakronal yaitu
bergerak seperti berputar. Kemudian Mastax terletak antara mulut dan pharynx.
Mastax merupaka modifikasi muscular dari pharynx, bulat atau lonjong dan bagian
dalamnya terdapat sejumlah trophy yang saling berhubungan, semacam rahang
berkhitin. Mastax berfungsi untuk menangkap dan menggilling makanan, bentuknya
beranekaragam sesuai dengan tipe kebiasaan makan rotifer.
Badan Rotifera bulat atau silindris, ada 3 buah tonjolan
kecil yaitu sebuah atau sepasang antenna dorsal dan sebuah antenna lateral.
Pada ujung antenna biasanya terdapat bulu-bulu sebagai alat indera. Kaki berbentukk langsing
terletak di ujung posterior. Kultikula pada kaki dapat memendek dan dimasukkan
ke dalam badan. Pada ujung kaki biasanya terdapat satu sampai empat buah jari;
di dalam kaki terdapat kelenjar kaki (pedal gland) yang menghasilkan bahan
perekat untuk menempel pada substrat dan tubuh rotifer terselimuti oleh
epidermis, menghasilkan
kultikula, ada yang tipis/ tebal, tergantung
jenisnya, bahkan mengeras seperti cangkang (lorica).
Menurut Pande et al
(2011) Spesimen tubuh memanjang di bagi meniadi beberaa bagian anterior kepala
yang bersilia, yang disebut korona,
tubuh, dan bagian posterior ekor atau kaki. Tubuh
transparan sehingga organ internal dapat terlihat jelas
fungsinya. Ini sebenarnya sebuah metazoan kecil dengan bentuk
simetri bilateral dan organisasi
internal yang kompleks,
dikenal sebagai "roda
hewan "atau"
roda organisme pembawa
"yang membuat referensi ke mahkota silia sekitar
mulut dinujung anterior dan
tidak di tempat lain pada permukaan tubuh, maka hewan ini
yang disebut roitfer. Gerakan cilia yang cepat membuatnya tampak berputar
seperti roda. Organ roda yang menarik air
menuju ke hewan coock untuk bergeralk
saat memakan. Corona di ujung anterior
kepala
yang tumpul dibagi menjadi dua ditarik trochal cakram.
Tempat mata dilacak.
Mulut memimpin melalui
faring singkat (tenggorokan)
yang merupakan organ berotot
dan berisi sepasang rahang internal (piala). organ berotot
ini ditemukan
hanya dalam rotifera dan
dikenal sebagai mastax yang
jelas terlihat dalam spesimen. Ada punggung
mid proyeksi di kepala yang
disebut mimbar yang membawa
dua kartilago rostral
yang jelas terlihat
dala spesimen. Silia dari
korona yang menarik pusaran air ke dalam mulut
yang rotifer menyaring untuk makanan. hewan itu dilengkapi dengan lampu nyala
yang khas, protonephridia untuk ekskresi. Sebagian besar tubuh termasuk trunk dan kaki sempit
ditutupi oleh kutikula semiflexible tipis,
diperpanjang multiselular transparan.
batang Kutikula membentuk cangkang yang kaku disebut lorica. Bagian
Ujung anterior tubuh
adalah withdraw pada lorica.
Gambar. Bentuk
trophi mastax. A) Aspplanchna sieboldi, B) Asplanchta priodonta; C) Floscularia
ringen (Pechnik, 2005).
Sistem Pencernaan :
Hampir semua
spesies rotifer: system pencernaan seperti tabung dengan mulut
anterior dan anus posterior. Mulut rotifer : dibagian ventral dan biasanya dikelilingi oleh sebagian corona. Daerah
sekitar mulut (buccal field) pada beberapa jenis Colothecacea mengalami
modifikasi, melebar sedemikian rupa hingga menyerupai corong dan mulut terletak
di dasar corong. Jenis filter feeder memakan partikel organic yang lembut
dengan bantuan aliran air yang dihasilkan cilia pada corona. Rotifera merupakan
karnivora dengan memakan protozoa, rotifer yang kecil dan metazoa yang lain.
Mangsa ditangkap dengan cara dicengkram atau di jebak. dengan menggunakan trophi berbentuk
penjepit .
Sistem Ekskresi
Ekskresi pada rotifer secara difusi diseluruh permukaan
tubuh. Rotifer memiliki sepasang protonephridium dengan flame bulb mencapai 50
buah. Kedua protonephridia tersebut bersatu pada kantung kemih (bladder), yang
bermuara pada bagian ventral kloaka. Blader dapat berkontraksi sampai 6 kali
permenit untuk mengosongkan isi bladder melalui cloaca yang juga menerima
produk pencernaan dan system reproduksi. Pembuangan cepat membuktikan bahwa
fungsi protonephpidia adalah sebagai osmoregulator, yaitu membuang kelebihan
air didalam tubuh, proses osmosis, rotifer dapat mengatur turgor tubuhnya.
System syaraf
Susunan syaraf Rotifera
terpusat pada otak ( bagian atas massa ganglion
dorsal, dan terletak di atas mastax). Saraf memanjang
ke seluruh tubuh menghubungkan otak dengan otot, sistem organ lain dan
keberbagai alat indera, antara lain ke mata dan ke antena. Bulu sensor dan 3 antena bekerja sebagai
chemoreceptor dan mechanoreceptor
Sistem Reproduksi
Rotifer bereproduksi
yaitu seksual /parthenogenesis.
Individu jantan lebih kecil daripada betina, dan struktur tertentu seperti
cloaca biasanya mengalami degenerasi, hanya memiliki alat reproduksi saja.
1.
Sistem Reproduksi
Betina
System reproduksi
rotifer betina sebagian besar
terdiri dari ovary tunggal dan melekat sinsitial vitellarium bahkan sering
berfusi menjadi satu membentuk germovitellarium . Vitellarium mensuplai yolk ke
telur dengan aliran langsung melalui sitoplasma bridge. Telur kemudian melewati
oviduk menuju anus, Tiap nucleus pada ovary menjadi sebuah telur. Kebanyakan
spesies mempunyai ovary dengan sepuluh sampai dua puluh nuclei, maka telur yang
dihasilkan selama hidupnya tidak lebih dari jumlah tersebut.
2.
System reproduksi jantan
Pada rotifera
jantan, testis menghasilkan sperma yang berjalan melalui vas diferen bercilia
menuju gonophores. Pejantan memiliki penis yang menginjeksi sperma seperti
jarum hipodermik kedalam pseudocoelom dari betina sehingga disebut dengan “hypodermic
impregnation”. Pejantan siap melakukan perkawinan setalah satu jam menetas;
kemudian akan mati. Bila tidak menemukan rotifer betina maka rotifer jantan
akan mati pada umur 2-7 hari, tergantung pada jenisnya.
Klasifikasi rotifera
Filum
rotifera terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Kelas Seisonacea
Cirri dari
kelasi ini yaitu :
1. Bentuk tubuh bulat memanjang,
kaki dengan tiga jari,
2. bergerak seperti lintah;
3. corona lebih kecil;
4. ovary sepasang;
5. jantan berkembang baik;
6. reproduksi secara seksual;
7. hanya ada satu genus Seison, dengan dua spesies
laut,
8. hidup komensal pada Nebalia, filum Crustacea.
2. Kelas Bdelloidea
Kelas bdelloidea
memiliki cirri-cirisebagai berikut ;
1. Bentuk tubuh silindris;
- corona seperti dua roda yang berputar;
- ovary sepasang;
- kaki dengan dua sampai empat jari atau tidak ada;
- reproduksi parthenogenesis;
- berenang atau merayap;
- contoh Philodina, Embata dan Rotaria. Terdapat sekitar 350 spesies, yang semuanya berjenis betina.
3. Kelas Monogononta.
Cirri dari kelas
monogonata yaitu sebagai berikut ;
Hampir semua
rotifer mengacu pada kelas monogononta.
Spesies ini
berenang bebeas atau sesil dengan melekat pada tanaman makro ataupun alga.
Reproduksi
parthenogenesis.
Kelas monogonata di bagi menjadi 3 ordo yaitu
sebagai berikut :
Ordo 1. Ploima.
Tubuh bulat sampai lonjong; atau agak pipih; lorica ada atau tidak ada;
berenang bebas atau merayap; Keratella, Synchaeta, dan Brachionus di
laut dan di air tawar, Chromogaster di laut hanya memakan dinoflagellata
Ordo 2. Flosculariacea.
Corona terdiri atas
dua rangkaian cilia yang konsentrik dan di tengahnya terdapat sebuah galur
bercilia; biasanya terdapat 1-2 antena; soliter atau koloni; berenang bebas
atau sessile; Testudinella berenang bebas, Floscularia sessile, Conochilus
koloni dan berenang bebas.
Ordo 3. Collothecacea
·
sekali; mastax uncinate atau kurang berkembang;
acapkali sessile; misalnya Colotheca.
Menurut
Seger ( 2007) Rotifera phylum terdiri dari sekitar 2030 spesies yang dikenal diklasifikasikan dalam tiga kelompok utama yaitu Seisonida kelautan (3 spesies),Monogononta (1570 spesies) dan, unik eksklusif partenogenesis Bdelloidea dengan 461 spesies klonal.
Langganan:
Komentar (Atom)